Isnin, 6 Februari 2012

07 di kampar - Google Blog Search

07 di kampar - Google Blog Search


tvOneNews: Banjir Bandang Rendam Empat Desa <b>di Kampar</b> Riau <b>...</b>

Posted: 25 Dec 2011 10:56 PM PST

Pekanbaru, (tvOne)

Ratusan rumah di Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Riau, terendam banjir bandang akibat meluapnya Sungai Sebayang yang membelah sejumlah kawasan pedesaan di sana.

Seorang pemuka masyarakat di Kecamatan Kampar Kiri, Jafri Datuk, di Pekanbaru, Senin, melaporkan terdapat empat desa yang kini terendam banjir bandang, yakni Desa Domo, Padang Sawa, Teluk Paman Timur dan Desa Kuntu. "Dari empat desa ini, kami hanya dapat pantau Desa Kuntu. Ada sekitar 500 rumah yang terendam di desa ini dan banyak warga yang mengungsi," katanya.

Jafri Datuk yang juga Koordinator Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Wilayah Kabupaten Kampar itu mengatakan, pengakuan sejumlah warga setempat bahwa air Sungai Sebayang mulai meluap pada Subuh sekitar pukul 04.00 WIB. "Sampai sekarang bahkan kondisi air terus menggenangi rumah-rumah warga dengan ketinggian air rata-rata mencapai lutut orang dewasa," ujarnya.

Sejauh ini, menurut Jafri, warga masih berupaya sendiri untuk menyelamatkan barang-barang berharganya, namun beberapa di antaranya memilih untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. "Selain rumah warga, pasar-pasar tradisional juga terendam banjir, sehingga banyak warga yang mengungsi ke daratan yang lebih tinggi, yakni Desa Kuntu Darussallam. Sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah atau pihak manapun," demikian Jafri Datuk.

Banjir di Kecamatan Kampar Kiri menurut penelusuran merupakan bencana rutin tahunan yang kerap datang saat musim hujan. Sejumlah wilayah pedesaan di sana merupakan kawasan dengan daratan rendah atau membentuk seperti kuali sehingga sangat rawan dilanda banjir yang disebabkan meluapnya Sungai Sebayang yang merupakan anak Sungai Kampar. (Ant)

1811+ed

'); $.ajax({ type: 'POST', url: urlAjax, data: 'act=showcomment&id=52268&mode=' + mode, cache: false, success: function(html){ $("#commentList").fadeOut("slow", function(){$("#commentList").html(html).fadeIn("slow");}); } }); } function reportComment(id) { $("#reportBtn_" + id ).html('

'); $.ajax({ type: 'POST', url: urlAjax, data: 'act=commentreport&id=' + id, cache: false, success: function(html){ $("#reportBtn_" + id ).fadeOut("fast"); } }); } function getCommentForm(id) { var options = { url: urlAjax, beforeSubmit: function() { $('#commentForm').html('

'); }, success: function(response) { if(response.indexOf('info_fail') > -1) { $("#commentForm").fadeOut("slow", function(){$("#commentForm").html(response).fadeIn("slow");}); setTimeout('getCommentForm(52268)', 5000); } else { $("#commentForm").fadeOut("slow", function(){$("#commentForm").html(response).fadeIn("slow");}); if(response.indexOf('info_ok') > -1) { setTimeout("$('#unApproveComment').fadeIn('slow')", 1000); } } } }; //$('#openCommentForm').html('Harap tunggu...'); $('#openCommentForm').html('

'); $('#openCommentForm').removeAttr('onclick'); $.ajax({ type: 'POST', url: urlAjax, data: 'act=formcomment&id=' + id, cache: false, success: function(html){ $("#commentForm").fadeOut("fast", function(){$("#commentForm").html(html).fadeIn("slow", function(){ $('#frmKomen').ajaxForm(options); $('#txtKomen').keyup(function(){ limitChars('txtKomen', 500, 'limitInfo'); }); }); }); } }); } getComment('first'); function limitChars(textid, limit, infodiv) { var text = $('#'+textid).val(); var textlength = text.length; if(textlength > limit) { $('#' + infodiv).html('Anda tidak dapat menulis lebih dari '+limit+' karakter!'); $('#'+textid).val(text.substr(0,limit)); return false; } else { $('#' + infodiv).html('Batas karakter '+ (limit - textlength) +''); return true; } }

Full content generated by Get Full RSS.

Tiada ulasan:

Catat Komen