Selasa, 13 September 2011

07 di batu gajah - Google Blog Search

07 di batu gajah - Google Blog Search


Rusuh <b>di</b> Ambon Tewaskan Delapan Orang | Masih Hangat

Posted: 12 Sep 2011 09:36 AM PDT

ambon rusuh 2 kelompok warga berhadapan saling serangUsai terjadinya kerusuhan bentrok antar warga di Kota Ambon kemarin, Minggu (11/9), diperkirakan 8 orang tewas, dan lebih dari 100 orang luka-luka akibat terkena tembakan dan lemparan batu. Korban luka-luka dirawat di Rumah Sakit Alfatah, Rumah Sakit Tentara, RSU dr. Haulussy, dan RS Bhakti Rahayu Kota Ambon.

Namun saat dikonfirmasi Direktur RSU Alfatah dr. Maricar enggan memberikan data. "Silakan minta data dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku," katanya, Senin, (12/9) .

Seorang petugas RSU Alfatah yang tidak bersedia disebutkan jati dirinya menyebutkan ada 3 orang yang meninggal dunia sejak Ahad malam. "Bisa di atas 100 orang yang sudah dirawat di sini," tutur petugas tersebut kepada wartawan di RSU Alfatah.

Sedangkan Ricky, seorang warga, yang dihubungi via telepon seluler, menyebutkan ada 3 orang tewas di wilayah tersebut, 16 lainnya luka-luka dan saat ini dirawat di RSUD dr. Haulussy, Kudamati, dan RSU Bhakti Rahayu di kawasan Batu Gajah, Ambon. "Dari 16 orang itu ada juga yang kritis," ujarnya.

Mubarak Alhamid, korban terkena peluru senapan angin, saat ini dalam kondisi kritis dan dirawat di RST dr. Latumeten, Ambon. Korban terkena tembakan di kawasan Waringin dan langsung dilarikan ke RSU Alfatah. Namun korban kemudian dirujuk ke RST Ambon lantaran peralatan di RSU Alfatah tidak memadai untuk melakukan operasi.

Masyita Alhamid, kakak korban, menjelaskan korban siang ini akan dirujuk ke Makassar karena pihak RST Ambon juga tak bisa menangani pasien. Masyita menyebutkan korban terkena peluru cis pada bagian dada. "Berdasarkan hasil rontgen, peluru tembus hingga tulang belakang," ujar Masyita di RSU Alfatah, Ambon.

Jhon, salah seorang warga Karang Panjang, Ambon, mengemukakan ia sempat melihat 2 mayat di kawasan Mardika. Hingga saat ini 2 mayat itu masih tergeletak di kawasan tersebut. "Dua mayat itu hanya ditutup atap seng," ujar tokoh pemuda di kawasan itu.

Pasca bentrok antarwarga di Kota Ambon, sedikitnya 5 unit rumah dibakar massa. Empat rumah dibakar d kawasan Mardika dan satu rumah dibakar di kawasan Waringin, Ambon. Dalam insiden tersebut sudah 3 unit kendaraan roda dua dan satu unit kendaraan roda 4 dibakar. Beberapa kendaraan lainnya juga rusak terkena lemparan batu.

Bentrokan dua kelompok warga di Kota Ambon ini dipicu oleh kematian seorang tukang ojek bernama Darfing Saiman. Sebelumnya, beredar kabar bahwa ia dibunuh di kawasan Gunung Nona, Kudamati, Ambon, ketika mengantar seorang penumpang ke kawasan itu pada Sabtu malam lalu. Seusai pemakaman korban pada hari Minggu, massa marah dan menghentikan serta melempari kendaraan di sekitar kawasan tersebut.

Berdasarkan hasil otopsi tim dokter, kematian Darfing merupakan kecelakaan murni. Sepeda motornya, kata Anton, menabrak pepohonan dan tembok yang berada tidak jauh dari tempat pembakaran sampah.

Namun warga tidak mempercayai itu sehingga bentrokan meletup. Lempar batu antar warga di kawasan Batugantung dan Waehaong serta simpang empat Trikora. Bentrokan itu menyebabkan 10 korban luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Sumber Hidup; RSUD Dr Haulussy, Ambon; dan RSU Dr Alfatah, Ambon.

Secara umum Kota Ambon sudah dapat dikendalikan oleh petugas keamanan. Dalam pengamanan pasca bentrokan antarwarga ini, Polda Maluku dibantu Brigadir Mobil dari Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Pasukan itu telah tiba kemarin. Anggota polisi kini telah disiagakan di beberapa tempat. [tempo]

Berita yang masih hangat tentang Kerusuhan di Ambon

ambon rusuh korbannya 8 tewasambon rusuh beberapa mobil dan motor dirusak dan dibakarambon rusuh beberapa rumah warga dibakar massa bentrok

Tiada ulasan:

Catat Komen