Rabu, 13 Mac 2013

07 di manjung - Google Blog Search


URL Sumber Asal :-

07 di manjung - Google Blog Search


HAK MALAYSIA: PAKAR PROJEK USAHA BN UNTUK PENIAGA <b>...</b>

Posted: 12 Mar 2013 08:34 PM PDT

Manjung telah menerima sebuah lagi projek JANJI DITEPATI Barisan Nasional Pasar Komuniti dan Karavan(PAKAR) yang beroperasi 24Jam.

PAKAR ini adalah sebuah pasar yang menepati kehendak dan keperluan masyarakat, Projek prihatin ini yang diusahakan oleh Menteri Besar Perak,Dato' Seri Diraja Dr. Zamri Kadir menyuntik semangat pengundi-pengundi serta seluruh rakyat Perak terutamanya di Manjung untuk bersyukur dengan Kerajaan Barisan Nasional yang sentiasa membela Masyarakat.

Pasar Komuniti dan Karavan ini beroperasi 24jam sehari di daerah Manjung sejak 3bulan lepas dan menjadi Pasar yang komuniti pertama

Majoriti rakyat di Manjung mengucapkan ribuan terima kasih kepada MB Perak serta kerajaan kerana prihatin tentang keperluan dan kehendak rakyat perak dengan mewujudkan Pasar Komuniti dan karavan (PAKAR) yang beroperasi 24 jam sehari di daerah Manjung,Perak sejak 3 bulan lepas dan menjadi yang pertama dalam Malaysia.

PAKAR berkenaan berupaya menempatkan usahawan tani yang mampu beroperasi pada sebelah pagi,petang dan malam.
Apa yang menjadikan PAKAR ini daya tarikan kerana boleh beroperasi 24 jam sehari.

Kewujudan PAKAR juga mendorong usahawan-usahawan tani untuk tampil mengetengahkan produk asas tani masing-masing selain membuahkan hasil yang lumayan serta produk asas tani yang berkualiti.

MB Perak Zambry Abd Kadir hadir merasmikan pelancaran PAKAR di Manjung kelmarin.

MB Perak juga sempat beramah mesra dengan salah seorang peniaga selepas merasmikan majlis tersebut.

Sent from my BlackBerry® wireless device via Vodafone-Celcom Mobile.

Harga Melonjak, Bawang <b>Manjung</b> Jadi Alternatif - KOMPAS.com

Posted: 13 Mar 2013 12:39 AM PDT

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Melonjaknya harga bawang merah di pasaran, membuat pedagang palawija di sejumlah pasar tradisional di Pamekasan, Jawa Timur, beralih ke bawang merah lokal. Bawang merah asli varietas Pamekasan yang dikenal dengan bawang manjung itu, menjadi alternatif, menggantikan bawang luar daerah Pamekasan seperti Probolinggo, Jawa Timur, dan daerah Brebes, serta Jawa Barat yang sudah menjadi langganan sebelum naiknya harga.

Bawang Manjung sendiri harganya lebih murah jika dibandingkan dengan bawang luar daerah. Per kilogram dalam kondisi masih basah Rp 35.000 sementara bawang yang sudah kering per kilogramnya Rp 40.000.

Harga itu sudah mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 23.000 per kilogram. Jumariyah, pedagang palawija di Pasar 17 Agustus Pamekasan, Selasa (12/3/2013) kemarin, mengatakan, kiriman bawang merah dari luar Pamekasan sekarang sudah dihentikan.

Sementara itu, di sisi lain, pembeli banyak yang membutuhkannya. Demi menutupi kekurangan itu, bawang lokal asal Kecamatan Batumarmar dan Kecamatan Pasean, Pamekasan, menjadi alternatifnya. "Tidak ada masalah. Meskipun masih basah yang penting pembeli mau, apalagi harganya lebih murah dari bawang luar daerah," katanya.

Dijelaskan Jumariyah, bawang lokal Pamekasan memang dikenal lebih gurih dan lebih lezat untuk dibuat bumbu masakan jika dibandingkan dengan bawang luar Pamekasan. Namun, karena produksinya masih sedikit, di bulan-bulan tertentu bawang jenis Manjung tidak ada di pasaran.

"Saat ini ada sebagian petani yang sudah mulai panen. Bahkan, katanya ada sebagian petani yang lebih awal memanen bawangnya demi mengejar permintaan pasar," ungkap Jumariyah.

Adapun harga bawang putih juga sama-sama mengalami kenaikan harga. Sebelumnya Rp 26.000 naik menjadi Rp 50.000 per kilogram.

Namun, untuk bawang putih, pedagang di Pamekasan tetap menggantungkan kebutuhannya dari luar daerah. Sebab, di Pamekasan tidak ada sentra bawang putih yang dikembangkan. Bawang putih yang dijual pedagang, didatangkan dari Surabaya.

"Kalau bawang putih saat kondisinya seperti sekarang, para pedagang tidak punya alternatif lagi karena mengandalkan dari luar daerah terus-menerus," kata Aliyah, pedagang palawija di Pasar Kolpajung, Pamekasan. Fatimah, warga Desa Teja Timur,, Kecamatan Pamekasan, mengaku heran dengan drastisnya kenaikan harga bawang.

Dua hari sebelumnya, kenaikannya masih relatif sedikit, tetapi mulai kemarin naik 50 persen lebih. "Pemerintah harus segera melakukan upaya stabilisasi harga kebutuhan pokok rumah tangga. Jika dibiarkan terus seperti ini, maka kondisi perekonomian masyarakat semakin terpuruk," kata Aliyah.

Editor :

Glori K. Wadrianto

0 ulasan:

Catat Ulasan

 

BLOG PERAK

Copyright 2010 All Rights Reserved